Twilight

87twilight-saga-s-breaking-dawn-03

Twilight adalah sebuah seri novel karya Stephenie Meyer. Seri ini menggambarkan tentang tokoh utamanya, yaitu Isabella “Bella” Swan, seorang remaja yang pindah ke kota Forks, Washington yang kehidupannya berubah ketika ia bertemu dengan Edward Cullen, seorang vampir ‘vegetarian'(tidak minum darah manusia). Seluruh isi seri Twilight itu diceritakan melalui sudut pandang Bella Swan dengan pengecualian epilognya Eclipse dan novel Breaking Dawn.

 

Twilight

Bella Swan baru saja pindah dari Phoenix, Arizona yang mayoritas bercuaca panas ke Forks, Washington yang mayoritas cuacanya hujan untuk tinggal bersama ayahnya, Charlie, setelah ibunya, Renée, menikah dan tinggal bersama suami barunya, Phil, seorang pemain bisbol. Setelah pindah ke Forks, Bella akhirnya tertarik pada seorang pemuda misterius yang tampan, yang merupakan teman sekelasnya di pelajaran Biologi, Edward Cullen, yang ternyata merupakan seorang vampir vegetarian (vampir yang meminum darah hewan, bukan manusia). Edward mempunyai kemampuan seperti halnya vampir yang lain (kuat, cepat, apabila terkena matahari langsung maka tubuhnya berkilauan dan pada saat tertentu matanya dapat berubah warna)selain itu edward juga mempunyai sebuah bakat untuk dapat membaca pikiran orang lain.tapi dia tak mampu membaca pikiran bella. Pada awalnya, Edward berusaha menjauhi Bella karena Edward selalu merasa tergoda jika menghirup aroma darah Bella. Akan tetapi lama kelamaan akhirnya Edward dapat mengatasi masalah tersebut dan kemudian mereka pun jatuh cinta satu sama lain, yang membuat sekolah membicarakan mereka. Suatu ketika, Bella diajak untuk melihat keluarga Cullen bermain bisbol. Tanpa disangka, tiba-tiba datanglah sekelompok vampir nomaden yang terdiri dari James (vampir dengan bakat melacak), Victoria (vampir dengan insting melarikan diri yang luar biasa hebat dan merupakan pasangan dari James), serta Laurent. Begitu bertemu dengan Bella, James sudah mulai mengincar darah Bella. Semua anggota keluarga Cullen bersatu untuk menyelamatkan Bella. Bella melarikan diri ke Phoenix, Arizona bersama Alice (vampir dengan bakat melihat masa depan) dan Jasper (vampir dengan bakat mengendalikan perasaan di sekitarnya dan merupakan pasangan dari Alice). Saat kabur ke Phoenix, Bella dijebak oleh James. Untungnya Edward dan keluarganya segera menyadari hilangnya Bella dan segera bergegas untuk pergi menyelamatkan Bella. Edward tiba tepat pada waktunya dan berhasil menyelamatkan Bella, setelah itu mereka segera kembali ke Forks dan mengikuti acara prom yang diselenggrakan oleh sekolah mereka.

New Moon

Setelah insiden dikediaman keluarga Cullen, Edward dan keluarganya meninggalkan Forks, karena Edward percaya bahwa mereka dapat menempatkan Bella dalam bahaya.Edward memberi alasan bahwa dia tidak mencintai bella lagi dan berharap agar gadis itu melupakan cintanya pada Edward. Setelah kepergian Edward, Bella jatuh dalam depresi berat, sampai akhirnya ia menemukan sahabat baru yang merupakan seorang werewolf, Jacob Black. Jacob dan werewolf lain dari sukunya harus melindungi Bella dari Victoria, vampir yang berusaha membalas dendam akibat kematian pasangannya, James, dengan berusaha membunuh Bella, yang merupakan pasangan Edward Cullen yang telah membunuh pasangannya. Akibat suatu kesalah pahaman, Edward menyangka Bella sudah meninggal karena bunuh diri(Bella terjun dari tebing untuk mencari kesenangan). Edward pun memutuskan untuk menyusul Bella(edward pernah berkata bahwa dia tak bisa hidup jika bella tak ada) dengan meminta agar dirinya dibunuh oleh keluarga Voltury yang merupakan hakim di dunia vampir, tapi kemudian dihentikan oleh Bella dan Alice yang menyusul Edward ke Voltera, Italy. Mereka dipaksa menghadap klan voltury (Aro, Marcus, Caius), Voltury marah karena Bella terlalu banyak tahu tentang kehidupan vampir sedangkan dia sendiri adalah makanan yang sangat menggoda bagi para vampir. Berkat bakat Alice yang melihat bahwa Bella akan menjadi seperti mereka di masa depan, mereka pun bisa dibebaskan. Tetapi Voltury akan secepatnya mengecek keberadaan Bella sebagai vampir, kalau tidak seluruh keluarga Cullen pun terancam dihukum.Bella (yang sejak pacaran dengan Edward berharap diubah menjadi vampir)pun menyanggupinya dengan voting meminta persetujuan dari keluarga Cullen (yang telah kembali ke Forks).

 

 

Eclipse

Victoria, vampir yang dendam terhadap Bella pun berkeliaran di Forks untuk mencari celah membunuh Bella. Dia pun membuat suatu pasukan “vampir baru” untuk membantunya melawan Keluarga Cullen dan membunuh Bella. Sementara itu, Bella harus memilih antara hubungannya dengan Edward atau persahabatannya dengan Jacob(karna ternyata jacob cinta juga pada bella). Keluarga cullen dan Geng werewolf Jacob terpaksa bekerja sama untuk memusnakan vampir-vampir baru buatan victoria.Sehingga mereka sukses membasmi Victoria beserta pasukkannya. Jacob pun marah mengetahui pilihan Bella yang memutuskan menjadi vampir.Dia berusaha menyakinkan bella bahwa Bella itu juga mencintainya meskipun tidak sebesar cintanya kepada edward.namun bella menyadarkannya bahwa bella tidak akan sanggup hidup tanpa edward disisinya. akhirnya dengan berat hati ia merelakan hubungan Edward dengan Bella dan untuk beberapa saat dia pergi jauh dari hidupnya bella.

Breaking Dawn

Bella dan Edward menikah, tapi bulan madu mereka terpotong setelah Bella mengetahui bahwa dirinya hamil. Kehamilannya berjalan amat cepat dan membuat Bella menjadi lemah. Ia hampir meninggal saat melahirkan putrinya yang setengah manusia dan setengah vampir, Renesmee(diambil dari nama Renee dan Esme), tetapi Edward menyuntikkan racunnya langsung ke jantung Bella sehingga berubah menjadi seorang vampir. Irina, vampir dari clan Denali tanpa sengaja melihat Renesmee dan Jacob saat dia berada di Forks. Lalu ia pun menyangka Renesmee sebagai “immortal child”–anak yang diciptakan oleh vampir.( Dalam dunia vampir, penciptaan anak-anak vampir sangat dilarang demi menjaga kerahasiaan mereka ). Kemudian Irina melaporkan hal tersebut langsung kepada Klan Volturi. Merasa was-was, Keluarga Cullen pun mengumpulkan vampir-vampir yang dapat menjadi saksi bahwa Reneesme bukan “immortal child”. Berkat daya tarik Renesmee yang membuat semua vampir terpikat dan didukung dengan kemampuannya memperlihatkan semua yang ia alami hanya dengan menyentuh, maka mereka (para saksi) pun mengerti dan mau mendukung keluarga Cullen. Selain itu, sebagian dari mereka rela bertarung di pihak Cullen kalau diperlukan. Alice yang pergi bersama dengan Jasper pun kembali tepat pada saat Klan Volturi mulai menyerang Keluarga Cullen dan saksi-saksinya. Ia membawa bukti hidup keberadaan vampir sejenis Renesmee. Disaat yang sama, kekuatan Bella sebagai perisai adalah penolong kelompok Cullen karena menangkis segala serangan yang dilancarkan oleh Jane dan Alec. Dengan bukti hidup itulah keluarga Cullen dibebaskan dan hidup tenteram selama-lamanya.

Dalam novel ini sudut pandang sempat beralih kepada sudut pandang Jacob, yang menceritakan bagaimana kehidupan Jacob saat menemani Bella yang sedang sekarat dan bagaimana dia bernafsu membunuh Renesmee yang menurut Jacob telah membunuh Bella tetapi akhirnya Jacob malah mencintai Renesmee dan melindunginya mati-matian.

Tokoh Utama

Bella Swan—Adalah tokoh protagonis dari seri ini, Bella digambarkan sebagai gadis ceroboh dan “Magnet Bahaya”. Ia juga diceritakan selalu memiliki rasa percaya diri yang rendah dan selalu merasa tak pantas di sisi Edward. Bella memiliki mata berwarna coklat, kulit pucat dan rambut hitam dengan semburat merah kalau terkena cahaya matahari. Ia imun terhadap kekuatan supernatural yang berkaitan dengan pikirannya, seperti kemampuan Edward untuk membaca pikiran. Setelah ia bertransformasi menjadi vampir di buku keempat, Bella mendapat kekuatan yang dapat membuat perlindungan bagi dirnya sendiri maupun orang di sekitarnya menjadi imun terhadap berbagai kekuatan supernatural lainnya.

Edward Cullen—Edward adalah vampir pertama yang diciptakan oleh Carlisle Cullen, dalam cara hidupnya mereka menyebut diri mereka sebagai vampir “vegetarian”. Edward digambarkan memiliki rasa benci yang luar biasa pada Jacob Black yang juga mencintai Bella. Tetapi dalam Breaking Dawn, ia menganggap Jacob sebagai saudara dan juga teman bahkan sebagai keluarga alias menantu karena Jacob yang terimprit dengan Renesmee anaknya. Lebih vampir lainnya, Edward memiliki kemampuan khusus diatas rata-rata; ia dapat membaca pikiran orang/vampir lain dalam jarak bermil-mil sekalipun, selain itu ia adalah yang tercepat dari anggota keluarganya. Bella imun terhadap kekuatannya ini, namun setelah berubah menjadi vampir, Bella dapat meruntuhkan pertahannannya tersebut jika ia suka.

Jacob Black—Adalah karakter pendukung di dalam novel pertama, Jacob diperkenalkan sebagai anggota dari suku Quileute. Ia muncul kembali dalam New Moon dengan peranan lebih besar, menjadi werewolf dan sahabat baik Bella yang dimana saat itu sedang mengalami depresi akibat ditinggalkan Edward. Meskipun ia jatuh cinta pada Bella, Bella mengangapnya hanya sebatas kawan baik dan ia pun memendam rasa yang sangat besar terhadap Bella. Di dalam Eclipse Bella sadar bahwa ia juga mencintai Jacob meskipun tak sebesar rasa cintanya pada Edward. Dalam Breaking Dawn, Jacob akhirnya menemukan belahan jiwanya yaitu putri dari Bella dan Edward, Renesmee, hal ini yang membuat Bella sempat menyerang/mencoba menggigit Jacob karena terkejut akan imprit yang dialami Jacob kepada anaknya.

Advertisements

HARU-HARU (BIG BANG)~

big bang yang judulnnya Haru-Haru, yang artian di bahasa inggrisnya mah “day by day”, kalo indonesianya hari demi hari (ya iya lah!)

 

mv ini dibuka dengan adegan TOP lagi sama cewek, tapi kayak masih nungguin sesuatu gitu.
terus nggak lama, si cewek ngasih cincin di jarinya ke TOP, pas banget G Dragon (GD) sama temen-temennya dateng.

 

ternyata, cewek itu pacarnya GD, dan GD ama TOP itu temenan deket, se geng lah gitu. otomatis GD marah dong.
pas si cewek itu pergi, GD langsung marah2 sama TOP. eh dinyolotin lagi ama TOP, si TOP nya marah juga dia dimarahin (looh? gitulah pokoknya haha)

 

yang akhirnya mereka jadi berantem padahal udah coba dipisahin sama temen-temennya yg se-geng juga sama mereka berdua

GD frustasi berat kan tau ceweknya selingkuh, sama temen deketnya lagi. dia ngamuk2 sambil mecahin kaca. pokoknya stres banget deh

 

terus, ceweknya GD ini lagi ama TOP di mobil, lagi ngeliat mukanya TOP yang bonyok-bonyok. pas banget (lagi) si GD dateng sama temen-temennya. TOP langsung meluk cewek itu.

 

GD marah-marah lagi,

 

 tapi langsung dibawa pergi sama temen-temennya.

GD trus jalan nggak tentu arah gitu. lemes banget. ya ampun sedih banget deh kalo liat mv nya, kayak nggak bisa apa-apa lagi, jalan ketabrak-tabrak orang. sweet banget kan dia, segitu cintanya sama itu cewek hahaaha

 

dan ternyata, si cewek itu juga, jalan lunglai gitu. sama frustasi juga dia ternyata.

 

  GD ngamuk-ngamuk ngelemparin barang-barang.

 

Seungri udah nggak tahan tuh pengen bilang sesuatu tapi ditahan sama Daesung,

 

sedangkan cewek itu nangis (di tempat yang beda)

 

terus si cewek itu megang rambutnya yang rontok. ternyata dia itu sakit parah (kanker kayaknya yang suka rambutnya rontok mah). dan dia sengaja minta tolong sama TOP buat pura-pura selingkuh sama dia soalnya dia mau mati.
nah sering nih cerita ato film yang begini, jadi dia sakit sampe mau meninggal, terus sengaja bikin pasangannya benci sama dia dengan dia ngelakuin kesalahan (selingkuh gitu), biar nanti pasangannya nggak terlalu susah ngelupain dia

ternyata juga, temen-temennya udah pada tau kalo si cewek itu sakit kritis, tapi nggak boleh dikasih tau sama si cewek itu.

 

sampe akhirnya pas si cewek itu mau di operasi, Taeyang (salah satu temennya) bener-bener nggak tega dan akhirnya nelpon GD ngasih tau tentang ceweknya itu. GD langsung lari sekuat tenaga pas tau ceweknya sakit kritis gitu.

 

sedangkan si cewek itu udah masuk ruang operasi dan mulai kebayang-bayang pas lagi bareng sama GD sambil nangis.

 

pas GD dateng, TOP ngasih cincin yang waktu itu dikasih ama cewek itu dulu.

 

itu cincin yang pernah dikasih sama GD, dia beli cincin samaan buat mereka berdua.

 

terus pas ke ruang operasi, pintunya udah ditutup. nggak lama, keluarlah dokter sama segala macemnya, bawa si cewek yang ternyata udah nggak ada 😦

 

 sediih banget disitu.
dan ga tau kenapa, saya seneng banget liat mv ini, berkali-kali ditonton nggak bosen-bosen hehehe
kayak ngena banget gitu. jarang-jarang kan ada mv begini hehehe

 

 

ini liriknya english translationnya 😀

Big Bang – Day by day (Haru haru) lyrics

 

Leave

Yeah, Finally I realize that I am nothing without you

I was so wrong, forgive me

 

Ah ah ah ah~

 

[Verse 1; GD + TOP]

My broken heart like a wave

My shaken heart like a wind

 

My heart vanished like smoke

It can’t be removed like a tattoo

I sigh deeply as if a ground is going to cave in

Only dusts are piled up in my mind

(say goodbye)

 

[GD Rap]

Yeah, I thought I wouldn’t be able to live even one day without you

But somehow I managed to live on (longer) than I thought

You don’t answer anything as I cry out “I miss you”

I hope for a vain expectation but now it’s useless

 

[TOP Rap]

What is it about that person next to you, did he make you cry?

Dear can you even see me, did you forget completely?

I am worried, I feel anxiety because I can’t get close nor try to talk to you

I spend long nights by myself, erasing my thoughts a thousand times

 

[Chorus]

Don’t look back and leave

Don’t find me again and live (on)

Because I have no regrets from loving you, take only the good memories

I can bear it in some way

I can stand in some way

You should be happy if you are like this

I become dull day by day (eh eh eh eh)

 

Oh girl I cry, cry

You’re my all, say goodbye…

 

[Verse 2; SR + DS]

If we pass by each other on the street

Act like you didn’t see me and go the way you were walking to

If you keep thinking about our past memories

I might go look for you secretly

 

[GD] Always be happy with him, (so) I won’t ever get a different mind

Even smallest regret won’t be left out ever

Please live well as if I should feel jealous

 

[TOP] You should always be like that bright sky, like that white cloud

Yes, you should always smile like that as if nothing happened

 

[Repeat Chorus]

 

[Bridge; DS + SR]

I hope your heart fees relieved

Please forget about me and live (on)

Those tears will dry completely

As time passes by

 

[YB] It would’ve hurt less if we didn’t meet at all (mm)

Hope you will bury our promise of being together forever baby

I pray for you

 

[Repeat Chorus]

 

Oh girl I cry, cry

You’re my all, say goodbye, bye

Oh my love don’t lie, lïe

You’re my heart, say goodbye..

 

Haru Haru – Big Bang

Tonaga
Yeah, finally I realise, that I’m nothing without you
I was so wrong, forgive me

Ah

Pado-chorom buswejin ne mam
Baram-chorom hundur-rinun ne mam
Yongi-chorom sarajin ne sarang
Munsin-chorom jiwe-jijiga anha
Hansuman tang-i kojira shi-jyo~o~o
Ne gasum-sogen monjiman sah-ijyo~o (Say goodbye)

Nega obsin dan harudo mos sal-goman gata-don na
Sengak-gwanun daruge-do gurok-jorok honjajal sara
Bogo-sipdago bullo-bwado non amu dedab-obsjanha
Ho-dwen gide golo-bwado ijen soyong-obsjanha

Ne yeope inun gu saram-i mwon-ji hokshi nol ul-lijin anunji
Gude nega bo-igin sag da ijo-nunji
Jog-jongdwe daga-gagi-jocha malul-gol su jocha obso ete-ugo
Na holo gin bamul jise-ujyo subeg-bon jiwe-nejyo

Dola-bojiman-go tona-gara to narul chaji-malgo sara-gara
Norul sarang-hetgie hu-he-obgie jo-atdon kiog-man gajyo-gara
Gurok-jorok chama-bulman-he gurok-jorok gyon-dyo-nelman-e
Non gurol-surok hengbok-heya-dwe haru-haru mudjyoga-ne
Oh girl, I cry cry
You’re my all (Say goodbye)

Girul goda no-wana uri maju-chinda-hedo
Mot bonchog hagoso gudero gadon-gil ga-jw
Jakuman ye sengak-i to-oru-myon amado
Nado mule gudel chaja-galji-do mula

Non nul gu saram-gwa hengbok-hage non nul nega darun mam an moge
Non nul jagun milyon-do an namke-kum jal jine-jwo na boran-dushi
Non nul jo hanul-gati ha-yage dun gurum-gwado gat-i sapara-ge
Non nul gure-ge uso-jwo amu il obsdus-i

Dola-bojiman-go tona-gara to narul chaji-malgo sara-gara
Norul sarang-hetgie hu-he-obgie jo-atdon kiog-man gajyo-gara
Gurok-jorok chama-bulman-he gurok-jorok gyon-dyo-nelman-e
Non gurol-surok hengbok-heya-dwe haru-haru mudjyoga-ne

Narul tona-so mam pyonhe-jigil (Narul itgo-so sala-gajwo)
Gu nunmul-un da marul-teni, yeah (Haru-haru jina-myon)
Chari manaji anha-dora-myon dol apul-tende, hmm~
Yong-wonhi hamke-haja-don gu yagsog ijen
Chuog-e mudo-dogil bare baby nol we-he gido-he

Dola-bojiman-go tona-gara to narul chaji-malgo sara-gara
Norul sarang-hetgie hu-he-obgie jo-atdon kiog-man gajyo-gara
Gurok-jorok chama-bulman-he gurok-jorok gyon-dyo-nelman-e
Non gurol-surok hengbok-heya-dwe haru-haru mudjyoga-ne

Oh girl, I cry cry, You’re my all, say goodbye bye
Oh my love, don’t lie lie, You’re my heart, say goodbye

A/N: Fanfic ini merupakan cerita panjang dari MV Big Bang, Haru Haru yang ditulis dalam versi sendiri. G-Dragon menggunakan nama aslinya yaitu Kwon Jiyong begitu pula dengan TOP dengan nama Choi Seunghyun.

Haru Haru made by miki

<>

Hari ini aku akan menjadi anak baru. Tidak tanggung-tanggung, di sebuah negara yang tidak kukenal sama sekali. Korea Selatan. Kedua orang tuaku asli orang Korea tetapi sejak lahir hingga sekarang ini aku tinggal di Jepang. Baru kali ini aku menginjakkan kaki di Korea. Dan masalah terbesarku sekarang, aku tidak lancar bahasa Korea.

Aku mengikuti guru pembimbingku masuk ke sebuah ruang kelas. Tadi aku sempat melihat di papan depan pintu, 2-1. Aku hanya menundukkan kepalaku, tidak berani menghadap satu kelas itu yang aku yakin mereka dihinggapi raut wajah penasaran.

“Jiyoung-ssi, silahkan perkenalkan dirimu,” pinta guru pembimbingku tersebut.

Bagaimana ini? Aku sudah berlatih sedikit dengan okaasan (A/N: okaasan = ibu) untuk memperkenalkan diri. Tapi aku tidak yakin itu.

“A.. an.. annyeonghaseyo. Jeoneun Kang Jiyoung-imnida. Manaseo ban gawayo. Selamat pagi. Saya Kang Jiyoung. Senang berkenalan dengan kalian.” Huh, aku gugup sekali. Apa bahasa Koreaku terdengar lancar?

“Jiyoung ini pindahan dari Jepang, ia tidak lancar bahasa Korea. Kuharap kalian bisa membantunya belajar dan merasa nyaman. Arasso?” Untung gurunya mengerti keadaanku. “Jiyoung, kau duduk dengan Jiyong saja. Untunglah dia dan teman-temannya bisa bahasa Jepang, dia bisa membantumu.”

Aku menoleh ke tempat duduk yang ditunjukkan guru ke tempat yang diduduki dua orang cowok yang tampak menakutkan bagiku. Salah satunya, yang kulitnya sedikit kecoklatan merengek.

“Sonsaeng, lalu aku duduk dimana?” kata cowok itu.

“Kau duduk dengan Taeyang dulu. Nah, sana Jiyoung-ssi.”

Aku menghampiri tempat duduk itu yang sudah ditinggalkan cowok berkulit coklat tadi dan merasa sedikit tidak enak padanya. Tempat duduknya sedikit di pojok belakang, di sebelah jendela besar yang menghadap keluar lapangan sepak bola. Aku duduk disitu, sedikit canggung.

“Ohayo gozaimasu. Selamat pagi.” Aku hanya ingin meyakinkan apakah ia bisa berbahasa Jepang dengan baik atau tidak.

Cowok itu menoleh padaku. Kurasa ia sedang asyik mendengarkan mp3-nya.

“Ohayo,” katanya sambil melepaskan headsatnya. Ia tersenyum padaku. Kurasa ia cukup ramah.

Aku menoleh ke belakang, penasaran dengan isi kelas ini. Saat aku melihat sosok yang duduk persis dibelakangku, aku menjerit kecil. Cowok itu sedang tertidur dengan tenang sebelum aku menjerit. Ia membuka matanya yang membuatku tambah takut padanya. Ia tampak mengerikan.

“Jiyoung-ssi, kau takut padanya?” tanya cowok yang duduk di sebelah cowok menyeramkan itu.

Aku mengangguk.

“Omong-omong. Seungri-imnida,” kata cowok itu memperkenalkan diri. “Yang ini Seunghyun.”

Aku mengangguk lagi. Jujur, aku tidak tahu harus bicara apa.

==========================

=====================================

<>

Anak baru itu langsung duduk di sebelahku setelah Daesung diusir oleh sonsaeng. Lucu sekali, ia tidak bisa bicara Korea. Apa aku harus menjadi pentransletnya selama ia bersekolah disini? Pertama kali menyapa pun, ia menggunakan bahasa Jepang. Memang harus kuakui, ia cukup manis. Bahkan Seungri yang playboy pun pasti tertarik dan mulai memperkenalkan dirinya. Belum apa-apa, cewek itu sudah ketakutan saat pertama kali melihat Seunghyun. Gadis aneh.

“Jiyong-ssi, ilbon e ga boasseoyo? Jiyong, pernah pergi ke Jepang?” Cewek itu berbicara padaku dengan terbata-bata.

“Ne. Waeyo? Ya. Kenapa?”

“Aniyo. Tidak apa-apa. Watashi no hanasu kotoba ga wakarimasu ka? Kamu mengerti apa yang kukatakan?”

“E, yoku wakarimasu. Ya, mengerti sekali.”

Setelah perkataanku itu, ia terlihat sedikit tenang. Mungkin memang aku harus menjadi pentransletnya.

==============================================================================

<>

Bel istirahat berbunyi nyaring. Pasti sudah waktunya makan siang. Dua cowok di belakangku langsung berdiri dan diikuti dua cowok lagi. Jiyong juga hendak menyusul keempat orang itu.

“Oedi gaseyo? Mau kemana?” Entah kenapa, tanganku reflek menahannya dengan menarik bajunya.

“Kantin. Mau ikut?” Aku mengangguk dan melepaskan baju Jiyong. Aku mengikutinya di belakang.

Sepanjang lorong menuju kantin, beberapa murid cewek memperhatikanku dengan tatapan sirik. Bahkan sampai ada yang menanyakan apakah aku kekasih barunya Jiyoung. Tetapi Jiyoung hanya menjawabnya dengan senyuman yang mengecewakan murid-murid itu.

Jiyong duduk di meja yang sudah ditempati empat temannya. Dua dari mereka aku sudah tahu, Seunghyun dan Seungri. Yang dua lagi siapa? Tapi aku tidak berani menanyakannya secara langsung. Mereka semua tampak menyeramkan.

“Jiyoung-ssi, kau duduk disini saja bersama kami,” kata cowok yang berkulit coklat itu. Matanya sipit, beda dari yang lain.

“Gomawo. Makasih.” Aku duduk di sebelah Jiyoung, karena hanya dia yang bisa bikin aku tidak canggung.

“Ehm, watashi wa Daesung desu. Aku Daesung. Benar tidak?” Aku menangguk.

“Taeyang-imnida.” Yang satu lagi memperkenalkan diri dengan tersenyum. Dia cukup tampan. Tapi menurutku, Daesung lah yang paling ramah.

==================================================================================

<>

Sudah tiga bulan Jiyoung pindah ke sekolah ini. Bahasa Koreanya juga sudah cukup lancar. Dan kami berdua semakin akrab. Dan yang membuatku spesial, dia sangat dekat dengan teman-temanku. Terutama aku. Dan entah kenapa, aku juga merasakan Jiyoung sangat spesial bagiku. Ia selalu tertawa jika mendengar lelucon Daesung dan aku pun ikut tertawa jika melihat senyumannya. Ia selalu menjadi penghangat suasana diantara kami berenam. Ia sungguh spesial bagiku.

“Shokuji ni ikimasho ka? Kita mau pergi makan?” tanya Taeyang sepulang sekolah. Sejak kedatangan Jiyoung tiga bulan lalu, Taeyang, Seungri, dan Daesung tertarik untuk belajar bahasa Jepang. Seunghyun pun lancar bahasa Jepang juga, ibunya orang Jepang asli. Maka dari itu aku dan Jiyoung mengajarkan mereka. Sedangkan mereka mengajarkan Jiyoung bahasa Korea.

“E, nani ga ii desu ka? Mm, wa-shoku? Soretomo, chuka-ryori? Ya, kamu mau makan apa? Mm, masakan Jepang atau masakan Cina?” jawab Jiyoung sambil kami menuju lapangan parkir.

“Wa-shoku!” teriak Daesung.

“Ja, sushi-ya e ikimasho!! Ayo, kita pergi ke warung sushi!!” ucap Jiyoung sambil berlari-lari. Melihat dia seperti itu, hatiku juga senang.

Kami naik mobil Seungri. Kecuali Daesung yang membawa motornya. Kami semua menuju warung sushi yang diberitahu Jiyoung.

“Koko wa kirei-na sushi-ya desho? Tokidoki kimasu. Sonna-ni takaku nakute, oishii desu yo. Warung sushinya bagus, kan? Kadang-kadang aku suka makan disini. Harganya nggak mahal dan enak,” kata Jiyoung sesampainya kami di depan warung itu.

Kami duduk berenam di sebuah meja dan melihat daftar menu. Sepertinya pelayannya semua berbahasa Jepang.

“Sate, nani ni shimasu ka? Ayo, kalian mau makan apa?” tanya Jiyoung.

“Aku mau tekka. Kau?” tanya Seunghyun pada Seungri.

“Moriawase.”

Setelah bergulat pesanan yang cukup sulit, akhirnya dengan tidak sabar aku memanggil pelayannya.

“Chotto… Tekka to moriawase, sore ni akadashi futa-tsu kudasai. Maaf, tolong satu porsi tekka dan moriawase, dan dua porsi akadashi,” kataku.

“O-nomimono wa? Minumannya?”

“Sake ip-pon kudasai.”

“Ya! Kita masih dibawah umur!” kata Daesung setelah pelayan itu pergi.

“Lalu?”

“Sake kan…”

“Sudahlah, kau kan juga suka minum soju. Apa bedanya?” kata Seunghyun.

Setelah pesanan datang, semuanya segera makan dengan lahap.

“Ikaga desu? Oishii desu ka? Gimana? Enak kan?” tanya Jiyoung.

“E, totemo totemo. Ya, enak sekali,” jawab Daesung dengan mulut penuh.

=================================================================================

<>

Jam istirahat seperti ini biasanya aku akan makan siang dengan Jiyong dan kawan-kawannya. Tapi hari ini badanku tidak begitu sehat, maka dari itu aku diam saja di kelas tanpa bilang pada yang lainnya. Aku sedang menulis catatan sejarah Jiyong saat Nicole dan Goo Hara datang menghampiriku.

“Jiyoung-ssi. Sedang apa?” tanya Nicole.

“Menyalin catatan punya Jiyong. Ada perlu apa?”

“Kau mau tidak rambutmu kami sisir? Banyak cewek diluar sana yang sirik padamu karena kau dekat dengan Jiyong dan kawan-kawannya. Makanya kami mau mendandanimu. Boleh kan?”

“Ah, kalau untuk nyisir saja sih tidak apa-apa.”

Hara mulai menyisir rambut panjangku dengan tenang. Aku senang juga punya kegiatan cewek seperti ini.

“Hara, rambutmu kan lebih panjang dariku. Gimana mengurusnya?” tanyaku.

“Oh ini, Nicole yang biasa mengurusnya.” Hara tertawa saat bilang begitu. Menurutku, Hara adalah gadis tercantik di kelas, dengan mata besar indah dan wajah unik yang berbeda dari gadis lain. Ia cocok sekali dengan Seungri, menurutku.

“Jiyoung-ssi? Rambutmu…?” Hara menunjuk sisirnya dan aku terkejut melihat beberapa helai rambutku menempel di sisir itu. Bukan, bukan beberapa helai, tetapi beberapa genggam.

Aku benar-benar kaget melihat itu. Aku bangkit dari kursi dan berlari keluar kelas menghiraukan panggilan Nicole dan Hara. Aku berlari menuju toilet. Untung kosong. Aku berdiri di depan wastafel dan menatap cermin di depanku. Aku sudah menangis sejak keluar kelas tadi. Bagaimana bisa di saat seperti itu? Apa yang akan dipikirkan Nicole dan Hara kemudian? Tidak, mereka pasti tidak akan memberitahu ataupun menanyakan macam-macam.

Aku terus menangis di toilet. Sekali-kali aku menarik rambutku. Setengah menjambak dan beberapa helai lagi berjatuhan ke bawah.

Tiba-tiba pintu toilet terbuka dan aku terkejut melihat Seungri ngos-ngosan.

“Seungri? Kenapa kesini?” tanyaku sambil menghapus bekas air mataku di pipi.

“Aku… aku sembunyi dari kejaran cewek-cewek. Tunggu, seharusnya aku yang menanyakan itu padamu? Kau kenapa disini?”

“Aku? Aku menggunakan toilet, tentu saja.”

“Jiyoung, toilet wanita ada disebelah. Ini toilet pria.”

Aku memperhatikan sekitar. Sial. Aku salah masuk. Karena terlalu sibuk menangis aku sampai tidak memperhatikan jalan dan salah masuk.

“Seungri, please, jangan cerita pada siapapun tentang kejadian ini. Arasso?” bujukku.

“Baiklah, baiklah. Asal kau tolong usir cewek-cewek di luar sana.”

Aku keluar perlahan dan langsung mendengar suara teriakan dan jeritan dari murid-murid perempuan.

“Seungri oppa! Saranghae!!! We love you, Seungri oppa!”

=================================================================================

<>

Hari ini aku memutuskan untuk menyatakan perasaanku pada Jiyoung sepulang sekolah nanti. Aku sudah bertekad, apa pun yang akan ia katakan nanti, aku siap.

“Jiyoung, pulang sekolah nanti aku tunggu di gerbang sekolah,” kataku singkat padanya saat istirahat. Sepanjang sisa pelajaran, aku sama sekali tidak berani bicara padanya.

Aku menunggu dengan gugup di gerbang sekolah. Taeyang bertanya-tanya padaku kenapa aku tidak langsung pergi dari sekolah seperti biasa, tetapi aku hanya bilang “lihat saja besok”.

Jiyoung datang menghampiriku dengan tersenyum seperti biasa. Aku jadi tambah gugup.

“Nah Jiyong, ada apa?” tanyanya.

“Aku antar pulang ya?” Aku jadi semakin salah tingkah.

“Ehm. Baiklah.”

Kami berdua berjalan di trotoar dan gugupku belum juga surut. Aduh, ada apa denganku ini?

“Ehm, Jiyoung, bagaimana kalau kita main tebak-tebakan?” tanyaku mencairkan suasana.

“Boleh. Tebak apa nih?”

Aku mengulurkan kedua tanganku yang dikepal.

“Pilih kiri atau kanan.”

Jiyoung menatap tanganku beberapa saat dan menunjuk tangan kiriku. Aku membukanya dan satu permen stroberi yang ada disitu diambil oleh Jiyoung.

“Buatku kan?”

Aku mengepalkan tanganku lagi.

“Sekarang pilih yang mana?”

Jiyoung menunjuk tangan kiriku lagi. Aku membukanya dan Jiyoung terkejut meilhat dua cincin diatas telapak tanganku.

“Jiyoung-ssi, sekarang putuskan, jika kau mengambil cincin ini, artinya kau bersedia jadi kekasihku. Jika tidak, ya tidak.” Aku begitu lancar mengucapkan itu semua.

Jiyoung ragu sejenak.

“Mm, Jiyong-ssi…”

“Putuskanlah,” kataku sabar.

Tidak kusangka selama beberapa menit ia bimbang, ia akhirnya mengambil salah satu cincin di tanganku.

“Aku terima ini,” katanya.

Serentak aku langsung memeluknya dengan erat. Hampir saja aku mengangkatnya. Jiyoung pun membalas pelukanku. Kami berdua memakai cincin itu di kari manis kiri kami dan saat itu aku berjanji tidak akan melepaskan cincin itu lagi.

“Saranghae, Jiyoung.”

“Aishiteru, Jiyong.”

=====================================================================================

<>

Sekarang sudah awal Desember sekaligus aku sudah menjadi kekasih Jiyong selama dua bulan. Bagaimanapun saat Jiyong memberiku cincin dulu, aku sungguh senang. Aku tidak tahu sejak kapan, tetapi aku juga sangat menyukainya karena itu aku sangat bahagia jika terus di sampingnya.

Selama lima bulan sejak aku pindah ke Korea, Jiyong, Daesung, Taeyang, Seungri, dan Seunghyun sudah mengajakku ke berbagai tempat menakjubkan di Seoul. Bahkan kami sudah menyempatkan diri ke pulau Jeju.

Tetapi di awal bulan ini aku benci satu hal. Aku benci pernyataan dokter tentang kesehatanku. Aku memutuskan untuk menghubungi Seunghyun, bukan Jiyong.

“Yeoboseyo? Halo?” tanya suara berat di seberang sana. Meski sudah lima bulan aku tinggal di Korea. Tetap saja aku masih tidak fasih bahasa Korea.

“Moshi-moshi, Seunghyun no o-taku desu ka? Halo, Seunghyun, kan?” tanyaku memastikan.

“Hai, Seunghyun desu ka. Jiyoung-chan? Ya, ini Seunghyun. Jiyoung?”

“Ne. Ada yang ingin aku bicarakan. Bisa bertemu hari ini?” tanyaku.

“Bisa. Datang saja ke rumahku sore ini.”

“Ne, gomapta.”

Akhirnya sore itu aku datang ke rumah Seunghyun. Aku memutuskan untuk berbahasa Jepang saja. Seunghyun tadi bilang keluarganya bisa bahasa Jepang, karena itu aku tidak perlu khawatir salah bicara.

Aku membicarakan masalah kesehatanku pada Seunghyun dan ia berjanji tidak akan memberitahu Jiyong tentang itu. Aku lega ia bisa membantuku ketika aku meminta bantuannya untuk satu hal yang sesungguhnya tidak ingin aku lakukan.

===================================================================================

<>

Menurut firasatku, akhir-akhir ini Jiyoung berusaha menghindariku. Aku tidak tahu apa yang sedang dialaminya. Aku berusaha menghubunginya tetapi ia sama sekali tidak menanggapinya. Maka aku memutuskan akan membiarkan Jiyoung seperti itu dulu sampai kesabaranku habis akan dia.

Hari ini aku dan yang lainnya akan ke Chungnam. Kami semua berkumpul di rumah Seungri.

“Kare wa kuru desho ka? Apa ia akan datang?” tanyaku. Tentu saja aku menanyakan tentang Jiyoung pada Seunghyun.

“Wakarimasen. Konai kamo shiremasen. Kono aida kara aoi kao o shite, yoku tsukareta to itte-imashita. Aku nggak tahu. Mungkin nggak datang. Akhir-akhir ini wajahnya suka pucat dan katanya ia capek,” kata Seunghyun.

“Doko ka karada ga warui no desu ka. Byoki kamo shiremasen ne. Mungkin ada yang tidak beres dengan dirinya. Mungkin dia sakit,” celetuk Taeyang.

“So kamo shiramasen. Shikashi ano yosu dewa hoka ni nani ka nayami ga aru ni chigai arimase. Mungkin, tapi dari kelakuannya itu, pasti tidak salah lagi, pasti ada sesuatu yang dideritanya,” kataku.

“So desu ne. Chika-goro no kare wa yosu ga sukoshi okashii desu ne. Ya, benar. Akhir-akhir ini kelakuannya sedikir aneh,” sambung Seungri.

Ternyata bukan aku saja yang merasa Jiyoung berubah. Yang lain pun seperti itu. Sebenarnya ada apa dengan Jiyoung? Aku memutuskan untuk mengirimkan pesan padanya.

Dandan samuku natte-kimashita ga. Sono go o-kawari? Watashi wa kaze o hite-shimaimashita. Musim dingin makin dingin saja. Gimana keadaanmu? Aku kena pilek dan masuk angin.

========TBC========

A/N: Fanfic ini merupakan cerita panjang dari MV Big Bang, Haru Haru yang ditulis dalam versi sendiri. G-Dragon menggunakan nama aslinya yaitu Kwon Jiyong begitu pula dengan TOP dengan nama Choi Seunghyun.

Haru Haru
Haru Haru

<>

Jiyong mengirimiku pesan singkat yang membuatku langsung khawatir. Musim dingin begini ia terkena pilek. Tetapi aku sudah mengambil keputusan untuk tidak menyusahkan ataupun berhubungan lagi dengan Jiyong. Walau rasanya begitu sakit untukku, tetapi ini demi Jiyong juga. Aku tidak akan membalas pesannya ataupun jika ia meneleponku. Tidak.

Keesokan harinya…

“Jiyoung!” Tidak kusangka Jiyong menahanku di depan kelas. Ia menarik lenganku saat aku hendak masuk kelas.

“Lepaskan,” pintaku.

Jiyong melepaskannya dengan segera namun masih jaga-jaga agar aku tidak bisa kabur kemana-mana.

“Ada apa denganmu?” tanyanya.

“Aku?”

“Ya, ada apa denganmu akhir-akhir ini!”

Aku menarik napas. Aku sudah menyiapkan ini semua dari kemarin. Dan harus kulakukan.

“Jiyoung, lebih baik kita putus saja.” Aku sama sekali tidak berani menatap matanya.

“MWO?? APA??” Tidak kusangka reaksinya akan seperti itu.

“Sudah jelas, kita putus saja.”

“Waeyo? Kenapa?”

Aku harus berbohong.

“Ada orang yang kucintai.” Tidak, bahkan berbohong padanya saja begitu menyakitkan bagiku.

“Nuguyo? Siapa?”

Aku menutup mataku.

“Seunghyun.”

Selama beberapa menit aku dan Jiyong sama sekali tidak bersuara. Jiyong diam saja menatapku dengan tidak percaya. Setelah aku yakin bahwa Jiyong tidak akan bersuara lagi, aku masuk ke kelas perasaan kacau. Di luar sana, dari sepengetahuanku, Jiyong memukul daun pintu dengan keras yang mengagetkan semua anak disekitarnya, termasuk aku. Setelah itu, sampai pelajaran terakhir selesai, ia tidak kembali ke kelas.

====================================================================================

<>

Aku sungguh tidak percaya Jiyoung akan mengatakan seperti itu. Sejujurnya aku bisa saja menerima semua perkataan Jiyoung itu. Tapi satu hal yang tidak bisa aku terima. Seunghyun. Kenapa ia harus menyukai sahabatku sendiri? Pabo Jiyoung! Jiyoung bodoh! Rasanya aku ingin membunuh Seunghyun.

“Jiyong! Dari mana saja tadi?” Taeyang dan Daesung menghampiriku saat aku mengambil tasku yang tertinggal di kelas.

“Kau tahu apa yang terjadi pada Jiyoung?” tanya Taeyang.

Aku diam. Aku malas membicarakan masalah ini.

“Ya! Lihat tuh. Itu Seunghyun dan Jiyoung kan?” Daesung menunjuk ke luar jendela dan aku melihat Seunghyun dan Jiyoung di bawah sedang membicarakan sesuatu hanya berdua. Sepertinya Seungri ada di dalam mobilnya untuk menunggu Seunghyun. Apa-apaan itu mereka?!

Aku segera lari ke bawah dan ke luar lapangan hendak menghampiri Seunghyun dan Jiyoung. Daesung dan Taeyang mengikuti di belakangku. Aku berhenti di jarak 10 meter dari mereka. Dan dengan jelas bisa kulihat apa yang terjadi pada mereka berdua yang langsung membuatku panas. Seunghyun dengan tanpa beban membelai pipi Jiyoung dengan satu jarinya dan menatap dengan hangat Jiyoung seakan-akan ingin mengejekku bahwa Jiyoung lebih memilih dirinya dari padaku. Dan, yang membuatku tambah terbakar emosi, Jiyoung dengan tidak segan melepas cincin yang kuberikan dulu dan memberikannya pada Seunghyun. Jiyoung! Itu cincinku! Dadaku naik turun menahan amarah. Tidak bisa kuterima perlakuan seperti itu.

Jiyoung menatap ke arahku dan memandang dengan sinis lalu pergi meninggalkan kami semua disitu. Aku segera beranjak maju menghampiri Seunghyun dan tanpa pikir-pikir lagi meninju wajahnya itu. Tidak kusangka Seunghyun bangkit dari kesadarannya yang menghilang beberapa detik dan balik meninjuku. Taeyang dan Daesung langsung berusaha memisahkan kami berdua. Begitu pula dengan Seungri yang langsung turun dari mobilnya dan menarik Seunghyun agar tidak dekat-dekat denganku.

“KAU PIKIR APA YANG KAU LAKUKAN, HAH?!” teriakku.

“Apa? Pacaran dengannya?” Aku benci nada bicaranya yang seakan mengejekku.

“Kalian pacaran? Bukannya Jiyoung dan Jiyong…” kata Daesung bingung.

“Ya, kami pacaran. Memang ada yang salah? Toh Jiyoung kan sudah single.” Aku semakin benci pada Seunghyun.

“KAU……!!” Aku hendak memukulnya lagi tetapi Taeyang dan Daesung segera menahanku.

Seungri mengajak Seunghyun menaiki mobilnya dan langsung pergi di depan mataku.

Malam harinya…

Aku mengajak Taeyang, Daesung, dan Seungri untuk datang ke sebuah kelab. Aku ingin melepas semua kekesalanku disana. Dengan keramaian, musik, dan wanita disana. Kami tidak perlu kesulitan untuk mencari pasangan karena para wanita akan mendatangi kami, terutama Seungri. Saat Taeyang menyetir mobil Seungri dan mencari parkiran, Sungri dengan tiba-tiba menyeletuk.

“Itu mobil Seunghyun kan?” Ia menunjuk ke sebuah mobil mewah berwarna krem yang sangat kukenal.

Bukan kehadiran mobil Seunghyun yang mengejutkanku, tetapi orang yang berada di dalamnya. Jiyoung dan Seunghyun berada di dalamnya, duduk di kursi depan. Seunghyun menyadari tatapanku. Aku memandangi mereka dengan berang. Dan emosiku segera naik ketika Jiyoung meraba-raba wajah Seunghyun yang lebam dan biru akibat pukulanku tadi siang. Bisa kulihat wajah Jiyoung menampakkan kekhawatiran.

Aku keluar dengan membanting pintu dan menuju mobil Seunghyun. Aku memukul bagian depan mobil Seunghyun dengan berang dan menatap mereka berdua dengan buas. Sekarang aku sudah terlalu benci dengan mereka berdua. Seunghyun yang melihatku tersenyum meremehkan dan sengaja membuatku cemburu. Ia merangkul Jiyoung dan menatapku dari dalam seolah aku film yang sedang diputarnya di dalam mobil. Jiyoung sebaliknya, tidak ingin sedikit pun menatapku.

Aku hendak merusak dan membanting kaca mobil Seunghyun tetapi Seungri, Taeyang, dan Daesung segera menarikku ke dalam mobil dan meredakan emosiku yang terus meledak-ledak. Seungri langsung menancapkan gasnya dan pergi dari tempat itu.

===================================================================================

<>

Rambutku semakin terus menepis hari demi hari. Tetapi aku tidak tahu kapan waktu yang sebenarnya untuk mengakhiri semua penderitaan ini. Aku sudah melukai banyak hal. Badanku, hatiku, Seunghyun, dan Jiyong. Jiyong…. Sudah berhari-hari ia tidak masuk sekolah dan tidak ada kabarnya. Aku benci jika memang harus seperti ini. Aku sama sekali tidak tahu bagaimana keadaan Jiyong di luar sana. Daesung sudah mencarinya ke rumahnya, tetapi tidak ada siapapun. Taeyang sudah berkali-kali menghubunginya, tetapi hasilnya nihil. Jika memang seperti ini, aku rela berlutut demi Jiyong pulang. Tetapi apa gunanya? Jiyong sudah membenciku.

Satu minggu kemudian…

Jiyong masih tidak muncul. Rambutku sudah hampir habis. Obatku sudah semakin banyak namun hanya sedikit yang sanggup aku masukkan.

Dua minggu kemudian…

Taeyang memberi kabar bahwa Jiyong baik-baik saja di luar sana. Aku sedikit lega. Tetapi karena itu juga aku jadi harus selalu menangis setiap hari.

Tiga minggu kemudian…

Dokter memberitahuku bahwa mulai saat itu aku harus di rawat di rumah sakit untuk mendapat perawatan menghadapi operasi kanker otakku yang sebetulnya beresiko tinggi untuk nyawaku. Namun, bagaimana hasilnya nanti, aku menerimanya semua. Tubuhku sudah rapuh oleh obat-obatan yang kukonsumsi dan wajahku sudah tidak secerah dulu saat pertama kali pindah ke Seoul. Kini aku tidak jauh berbeda dengan orang yang selalu perlu dikasihani karena sebentar lagi akan pergi untuk selamanya.

Berhari-hari aku diam di rumah sakit. Seunghyun, Seungri, Taeyang, dan Daesung selalu menemaniku. Terutama Seunghyun yang hampir menjagaku sepanjang waktu. Ia dengan setia bermain denganku, menyuapiku, bercanda denganku, dan melakukan segala hal untuk menghilangkan kebosananku.

Beberapa hari kemudian…

Sekarang sudah saatnya. Aku siap masuk ruang operasi dan menyerahkan takdirku pada dokter-dokter itu yang mengiris-iris kepalaku dengan berbagai peralatan operasi. Jika berhasil, maka aku masih bisa ada harapan melihat dunia lagi. Jika tidak….

=================================================================================

<>

Aku menyusuri jantung kota Seoul yang dingin di bulan Januari. Dari cafe ke cafe aku pesan kopi panas, menghabiskan uangku yang tersisa di dompet tanpa pulang ke rumah. Aku hanya berjalan tanpa tujuan di antara ratusan manusia yang pulang kantor.

Ponselku yang beberapa hari lalu baru kunyalakan berbunyi menandakan Taeyang menelepon.

“Yeoboseyo?”

“Jiyong, kau dimana?”

“Ada perlu apa?”

“Tolong kau segera datang ke sini. Jiyoung sedang di ruang operasi. Ia butuh kau untuk menguatkannya. Datanglah sekarang!” Segera setelah itu Taeyang menutup komunikasi tersebut.

Aku langsung berlari tanpa merasa bersalah mendorong beberapa orang yang menghalangi jalanku. Aku berlari sekuatku untuk mencapai rumah sakit yang masih berkilo-kilo meter jauhnya.

Jiyoung… Kenapa tiba-tiba ia berada di ruang operasi? Bagaimana keadaannya sekarang? Apa ia sudah menyembunyikan banyak hal yang tidak kuketahui?

Aku sampai di depan rumah sakit selama 20 menit perjuanganku berlari. Dengan sedikit dipaksakan aku naik ke lantai 5 dengan tangga darurat dan menghadapi pintu ruang operasi tertutup. Seunghyun, Seungri, Taeyang, dan Daesung menunggu dengan was-was di depannya dan memandangku dengan tatapan kosong. Sempatkah aku?

Seunghyun menghampiriku dan menggenggam tanganku. Ia meletakkan sesuatu di telapak tanganku. Cincin yang kuberikan pada Jiyoung dulu dan sebuah surat.

“Ia hanya ingin kau tidak cemas,” kata Seunghyun.

Aku duduk di kursi terdekat dan membaca surat dari Jiyoung tersebut. Ia menulisnya dalam bahasa Jepang.

Soto wa ame ga futte-iru yo desu. Toki-ori kaze ga fuite ame ga para-para to mado o uchimasu. Watashi ka saki-hodo kara bon’yari-shiteimasu. Watashi wa saki-hodo kara jitto sore o nagamete-imasu. Toki-ori mado o utsu kaze no oto ni hatoo ware ni kaerimasu.
Anata wa do shite-iru daro? Kono aida wa do shite ano yo-na wakarekata o shite-shimatta no daro? Ima ni natte anata no kimochi ga itai hodo yoku wakarimasu.
Anata wa honto-ni kanashiso-na me o shite-imashita. Anata wa ima nimo naki-dashiso-na kao o shite-imashita. Soshite kururi to se o mukete, sayonara mo iwazu ni hashiri-satte-shimaimashita.
Watashi wa ima sono toki no anata no ushiro-sugata o omoi-ukabeteimasu. Sore wa totoemo sabishiso-na kanji ga shimashita. Sono taki watashi wa taisetsu-na mono o ushinatte-shimatta to iu ki ga shimashita. Jinhin mo mattaku naku matte-imashita.
Jiyong, soredawa, mata au hi made.
Aishiteru.

Jiyoung

Di luar tampaknya hujan turun. Kadang-kadang angin berhembus dan air hujan menerpa dan menghempas jendelaku. Sejak tadi hatiku tidak menentu. Sejak tadi aku duduk dan terus memperhatikannya. Kadang-kadang suara angin menghempas jendela menyadarkan diriku.
Apa yang sedang kau lakukan? Kenapa saat-saat ini kita berpisah dengan jalan seperti ini? Sekarang aku sadar betapa sakitnya hatimu.
Kau tampaknya benar-benar sedih, kau dalam sekejap mata tampaknya akan menangis kemudian dengan tiba-tiba kau membalikkan badanmu, dan terus berlari tanpa mengucapkan salam perpisahan.
Sekarang pun aku masih terkenang akan sosok tubuhmu dari belakang. Tampaknya sosok itu amat kesepian. Aku sadar, bahwa ketika itu aku telah kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Aku kehilangan kepercayaan diriku sama sekali.
Jiyong, sampai bertemu lagi.
Aku mencintaimu.

Jiyoung

Tepat setelah aku selesai membaca nama Jiyoung, pintu ruang operasi terbuka dan dokter mendorong tempat tidur Jiyoung berbaring yang seluruhnya ditutup dengan kain putih. Dengan perlahan aku menghampiri tubuh Jiyoung dan berlutut di sampingnya. Baka! Pabo! Bodoh! Kau bilang akan bertemu lagi!

Aku tidak bisa menangis karena hatiku sudah menangis sejak awal dan ketika melihat tubuh Jiyoung yang membeku seperti itu, aku semakin ingin menghancurkan hatiku dibandingkan harus sakit seperti ini. Aku terus berlutut di samping Jiyoung hingga ia tertutup dengan indah di bawah nisannya.

The End

Title: Haru Haru / Day by Day
Author: Miki Kirari
Rating: PG-13
Genre: Romance
Length: Twoshot
Cast: Big Bang, Kang Jiyoung
Location: South Korea
Languange: Indonesian, Japanese, Korean

Arti CINTA~

Gambar

Cinta adalah sebuah perasaan yang diberikan oleh Tuhan pada sepasang manusia untuk saling…. (saling mencintai, saling memiliki, saling memenuhi, saling pengertian dll). Cinta itu sendiri sama sekali tidak dapat dipaksakan, cinta hanya dapat brjalan apabila ke-2 belah phiak melakukan “saling” tersebut… cinta tidak dapat berjalan apabila mereka mementingkan diri sendiri. Karena dalam berhubungan, pasangan kita pasti menginginkan suatu perhatian lebih dan itu hanya bisa di dapat dari pengertian pasangannya.

Cinta adalah memberikan kasih sayang bukannya rantai. Cinta juga tidak bisa dipaksakan dan datangnya pun kadang secara tidak di sengaja. CInta indah namun kepedihan yang ditinggalkannya kadang berlangsung lebih lama dari cinta itu sendiri. Batas cinta dan benci juga amat tipis tapi dengan cinta dunia yang kita jalani serasa lebih ringan.

Cinta itu perasaan seseorang terhadap lawan jenisnya karena ketertarikan terhadap sesuatu yang dimiliki oleh lawan jenisnya (misalnya sifat, wajah dan lain lain). Namun diperlukan pengertian dan saling memahami untuk dapat melanjutkan hubungan, haruslah saling menutupi kekurangan dan mau menerima pasangannya apa adanya, tanpa pemaksaan oleh salah satu pihak. Berbagi suka bersama dan berbagi kesedihan bersama.

Cinta itu adalah sesuatu yang murni, putih, tulus dan suci yang timbul tanpa adanya paksaan atau adanya sesuatu yang dibuat-buat, Menurut saya pribadi cinta itu dapat membuat orang itu dapat termotivasi untuk melakukan perubahan yang lebihb aik daripada sebelum ia mengenal cinta itu. Cinta itu sesuatu yang suci dan janganlah kita menodai cinta yang suci itu dengan ke-egoisan kita yang hanya menginginkan enaknya buat kita dan ndak enaknya buat kamu. TIPS; untuk mengawetkan cinta dibutuhkan PENGERTIAN!

Suatu perasaan terdalam manusia yangmembuatnya rela berkorban apa saja demi kebahagiaan orang yang dicintainya. Pengorbanannya itu tulus, tidak mengharap balasan. Kalau misalnya memberi banyak hadiah ke seseorang tapi dengan syarat orang itu harus membalasnya dengan mau jadi kekasihnya, itu bukan cinta namanya. CInta tidak bisa diukur dengan materi ataupun yang berasal dari dunia fana. Dan percayalah… cinta terbesar biasanya selalu datang dari ibu kandung, bukan dari pacar (sebab cinta pacar bisa luntur suatu saat atau setelah menikah kelak).

Cinta, membuat bahagia, duka ataupun buta. Cinta itu penuh pengorbanan, kepahitan, keindahan dan kehangatan. Cinta adalah sebuah keinginan untuk memberi tanpa harus meminta apa-apa, namun cinta akan menjadi lebih indah jika keduanya saling memberi dan menerima, sehingga kehangatan, keselarasan dan kebersamaan menjalani hidup dapat tercapai. CInta adalah kata yang memiliki banyak makna, bergantung bagaimana kita menempatkannya dalam kehidupan. Ai wa atatakai koto da.

Cinta itu bisa membuat orang buta akan segalanya hanya demi rasa sayang terhadap sang kekasih. Kita juga tau apa maknanya cinta itu. Cinta psti bisa membuat orang merasakan suka dan duka pada waktu yang sama ketika kita berusaha mendapat kebahagiaan bersama. Jadi bukanlah kebahagiaan untuk kita sendiri. Meskipun demikian kita jangan samapi salah langkah agar tidak menuju kesengsaraan. Lakukanlah demi orang yang kamu kasihi agar kau tidak merasa sia-sia tanpa guna. Karena hal itulah yang membuat hidup menjadi lebih hidup (Losta Masta).

Cinta adalah perasaan hangat yang mampu membuat kita menyadari betapa berharganya kita, dan adanya seseorang yang begitu berharga untuk kita lindungi. CInta tidaklah sebatas kata-kata saja, karena cinta jauh lebih berharga daripada harta karun termahal di dunia pun. Saat seseorang memegang tanganmu dan bilang ” Aku cinta kamu…” pasti menjadi perasaan hangat yang istimewa! Karena itu, saat kamu sudah menemukan seseorang yang begitu berharga buat kamu, jangan pernah lepaskan dia! Namun adakalanya cinta begitu menyakitkan, dan satu-satunya jalan untuk menunjukkan cintamu hanyalah merlekan dia pergi.

Cinta itu adalah sebuah perasaan yang tidak ada seorangpun bisa mengetahui kapan datangnya, bahkan sang pemilik perasaan sekalipun. Jika kita sudah mengenal cinta, kita akan menjadi orang yang paling berbahagia di dunia ini. Akan tetapi, bila cinta kita tak terbalas, kita akan merasa bahwa kita adalah orang paling malang dan kita akan kehilangan gairah hidup. Dengan cinta, kita bisa belajar untuk menghargai sesama, serta berusaha untuk melindungi orang yang kita cintai, apaun yang akan terjadi pada kita. Ai ga kirei’n da!

Cinta merupakan anugerah yang tak ternilai harganya dan itu di berikan kepada makhluk yang paling sempurna, manusia. Cinta tidak dapat diucapkan dengan kata-kata, tidak dapat dideskripsikan dengan bahasa apaun. Cinta hanya bisa dibaca dengan bahasa cinta dan juga dengan perasaan. Cinta adalah perasaanyang universal, tak mengenalgender, usia, suku ataupun ras. Tak perduli cinta dengan sesama mansuia, dengan tumbuhan, binatang, roh halus,ataupun dengan Sang Pencipta. Lagipula, cintaitu buta. Buta sama degnan meraba-raba. Jadi… cinta itu meraba-raba…(^o^)/… meraba-raba isi hati yang dicinta…

FIRST LOVE

First Love (A Little Thing Called Love)

XD First Love (A Little Thing Called Love)
Crazy Little Thing Called Love

 
Sutradara Puttipong Pormsaka Na-Sakonnakorn
Wasin Pokpong
Produser Somsak Tejcharattanaprasert
Panya Nirankol
Penulis Puttipong Pormsaka Na-Sakonnakorn
Wasin Pokpong
Pemeran Mario Maurer
Pimchanok Luevisadpaibul
Sudarat Budtporm
Peerawat Herapath
Pijitra Siriwerapan
Acharanat Ariyaritwikol
Sinematografi Reungwit Ramasudh
Distribusi Sahamongkol Film International Co. Ltd.
Workpoint Entertainment
Tanggal rilis

(Thailand)

Durasi 118 menit
Negara Templat:Film Thailand
Bahasa
  • Thai

crazy little thing called love

First Love (A Little Thing Called Love) (Thai: สิ่งเล็กเล็ก ที่เรียกว่า..รัก) (Sing leklek Tee reak wa… Rak), atau lebih dikenal sebagai Crazy Little Thing Called Love,adalah film komedi romantis Thailand. Film ini dirilis pada tanggal 12 Agustus 2008 di Thailand. Film ini dibintangi oleh Mario Maurer and Pimchanok Luevisadpaibul.

Daftar isi

 

Pemeran dan karakter

Pemeran utama

Pemeran pembantu

  • Sudarat Budtporm sebagai Guru Inn
  • Tangi namonto sebagai Guru Phol
  • Pijitra Siriwerapan sebagai Guru Orn
  • Acharanat Ariyaritwikol sebagai Top
  • Kachamat Pormsaka Na-Sakonnakorn sebagai Pin
  • Yanika Thongprayoon sebagai Faye

Sinopsis

Khun Nam Pimchanok Luevisadpaibul di tahun pertamanya di M.1 (1 SMP) jatuh cinta pada seniornya di M.4 (1 SMA), Khun Shone Mario Maurer. Dengan segala cara Nam melakukan sesuatu agar bisa melihat, berbicara dengan Shone. Shone adalah pecinta hewan dan orang yang sangat peduli.Ayah Nam adalah asisten koki di New York, Paman Nam (Chang) datang ke rumah Nam untuk memberikan kabar, jika Nam atau adik Nam (Pang) mendapat Peringkat 1, dia akan pergi ke Amerika, Nam sangat serius untuk bisa pergi ke Amerika karena dia sadar dia tidak mampu untuk mencapai peringkat 1.

Teman akrab Nam (Cheer, Gei, dan Nim) membantu Nam untuk bisa mendapatkan Shone, dengan cara memakai buku “9 Resep Cinta” dan “Cara Senior Menyukaimu”. Nam berkata, buku itu tidak masuk akal dan memilih untuk belajar, tetapi diam-diam Nam melakukan apa yang dikatakan buku itu.

Saat siang yang terik, Nam, Cheer, Gei, dan Nim sedang mengantri untuk membeli segelas minuman, dan tiba-tiba dua orang pemain basket (Maew dan Ping) langsung datang dan menyelak dengan cara mendorong sehingga Nam, Cheer, Gei, dan Nim terjatuh, Shone melihat mereka dan langsung membeli empat gelas minuman untuk Nam, Cheer, Gei, dan Nim. Saat Shone sedang di gelanggang, tiba-tiba dua pemain basket tadi langsung memukul Shone. Kabar tersebut diketahui Nam setelah Gei dan Nim memberi tahunya. Mereka berempat langsung kembali ke gelanggang, dan menyadari Shone, Maew, dan Ping sudah pergi, dan Nam mengambil kancing yang terjatuh (Nam mengira kancing tersebut adalah milik Shone)

Setiap Nam ingin mendekati Shone, selalu ada seorang wanita (Faye) yang menyelanya, seperti pada saat Nam memberinya es krim tetapi mencair, Faye memberikan kue mangga pada Shone, dan saat Nam ingin pulang bersama Shone, Faye berpura-pura kakinya terkilir agar pulang bersama Shone.

Cheer. Gei, dan Nim bersusah payah untuk membuat Nam menjadi cantik untuk mengikuti kegiatan drama putri salju di sekolah, Nam terpilih menjadi peran utama dalam drama tersebut, seorang kakak kelas (Pin) terpilih untuk bagian merias, dia merias Nam menjadi cantik, dan Shone mengatakan Nam terlihat sama saja. Saat latihan, murid yang menjadi peran sebagai Pangeran belum datang dan Guru In memilih Shone untuk menggantinya, saat Shone ingin mencium Nam, Nam langsung berpikir bahwa itu bukanlah Shone lalu dia menepis dan jatuh dari tempat tidur, Shone langsung membantunya. Di belakang panggung Nam menemukan sebuah apel yang sudah sedikit digigit yang ia kira digigit oleh Koy.

Nam terpilih menjadi mayor drum band, karena kecantikannya, teman akrab Shone, Top, pria terpopuler di sekolah menyukai Nam, Nam berlatih sekuat tenaga dan saat tiba dimana dia menjadi mayor, dia mencari Shone.

Saat Valentine tiba, Nam mendapatkan banyak hadiah dari banyak lelaki, tapi dia tidak menyukainya, karena dia menunggu hadiah dari Shone, lalu akhirnya Shone memberi bunga mawar putih yang ternyata Shone mengatakan bunga itu merupakan pemberian dari temannya. Dan saat sampai di rumah, Nam menemukan surat yang mengharuskan Nam pergi ke lantai 3 pada jam 4 sore, Nam mengikuti perintah itu, dan Shone menaiki tangga, menyusul Nam, Nam mengira surat itu pemberian dari Shone, yang ternyata surat itu dari Top, Top menyatakan cintanya pada Nam, dan menawarkannya menjadi pacar Top (didepan Shone) lalu Nam bertanya kepada Shone tentang apa yang dilakukannya, Shone hanya berkata bahwa dia hanya ingin bertanya, apa yang dilakukan Nam di atas dan pergi.

Saat Cheer ulangtahun, Teman-teman Top berkumpul (Nam juga ikut) Nam pergi ke jembatan untuk mencari Shone, Shone menceritakan dia pernah memegang tangan wanita yang jatuh dari panggung (Nam) lalu tiba-tiba Top datang, mereka bertiga kembali dan tiba-tiba kaki Nam terkilir, Top dan Shone membantunya, Top menggendong Nam. Setelah sampai di rumah, Nam langsung pergi ke rumah Cheer untuk merayakan ulangtahunnya, namun Cheer dan teman-temannya sedang tidak ada di rumah. Cheer, Gei, dan Nim merasa Nam lebih sombong karena Nam sudah bisa mendekati Shone.

Ake (kakak kelas Nam, teman Shone, Top, dll) ulangtahun, Nam diajak oleh Top untuk menghadiri pesta tersebut, Top dan Shone bercerita masa lalunya, saat kelas 5 mereka mencintai gadis yang sama, namun karena itu persahabatannya mulai rapuh dan akhirnya mereka sepakat untuk tidak mencintai perempuan yang sama, Nam terkejut. Saat Top dan Shone berdansa, Top mengajak Nam untuk ikut, dan Top mencium Nam. Nam pulang bersama Top dan Nam mengatakan agar Top tidak pernah menjemputnya lagi dan Nam hanya mencintai 1 orang. Top menemui Shone, dan berkata pada Shone untuk jangan pernah pacaran dengan Nam, karena dia tidak mau sahabat karibnya pacaran dengan perempuan yang dia cintai.

Ayah Shone mengatakan Shone akan dipindahkan ke Bangkok dalam waktu dekat. Nam kembali bersama teman-temannya dan mengabarkan bahwa Nam mendapatkan peringkat 1, yang artinya Nam akan pergi ke Amerika.

Kelulusan sudah tiba, Nam menyatakan cintanya pada Shone di dekat kolam renang, Shone menerima bunga yang dikaitkan kancing oleh Nam, lalu Nam menyadari bahwa Shone sudah memiliki kekasih yakni Pin, Nam berbohong, mengatakan mereka berdua serasi dan saking gugupnya, Nam tercebur ke dalam kolam, lalu pergi meninggalkan Shone, dan Nam bertemu Pin lalu memeluknya.

Saat pulang, Shone bertemu manager Bangkok Glass di rumahnya dan menemukan kotak es krim yang masih tersimpan yang diberikan oleh Nam, Shone teringat pada Nam lalu membuka album khusus foto yang berisi foto-foto Nam, yang ternyata hal yang dipikirkan Nam sangat berbeda dengan aslinya, seperti, Shone mengatakan saat drama, Nam terlihat sama saja yang berarti “sama saja, selalu cantik” dan Shone sangat senang sekali ketika memegang tangan Nam, lalu sebuah apel yang digigitnya sedikit (ternyata bukan Koy yang mengigit) dan bunga yang Shone tanam sendiri dari mulai masih biji menjadi bunga yang lebat, dan akhirnya dia mengatakan bunga tersebut merupakan dari temannya, karena dia merasa gugup, lalu saat Top menyatakan cintanya pada Nam, Shone pergi menuruni tangga dan putus asa, saat Nam menjadi mayoret, Shone rela berlari-lari untuk mengambil gambar Nam, lalu saat kaki Nam terkilir, Shone sangat ingin menggendong Nam, dan saat Top mencium Nam, Shone patah hati. Dan menaruh album foto tersebut didepan rumah Nam, karena keesokan hari Shone harus pergi ke Bangkok.

9 tahun kemudian, Nam menjadi designer terkenal di New York dan ia diundang oleh salah satu talk show, dalam talk show tersebut, Nam dipertemukan kembali oleh Shone yang telah berhasil dalam Bangkok Glass dan menjadi fotografer, Shone berkata bahwa kancing yang diberikan oleh Nam bukan miliknya, melainkan milik Ping, dan Nam bertanya apakah Shone sudah menikah, Shone menjawab dia sedang menunggu seseorang yang yang datang dari USA (Nam)

Referensi

  1. First Love at Thai Film Journal Review
  2. First Love (A Little Thing Called Love) at the Box Office Mojo
  3. Crazy Little Thing Called Love Review at Pinoy Movie Blog

♥CINTA♥

Orang yang berpikiran negatif selalu melihat kesulitan dalam setiap kesempatan, Sedangkan orang sukses selalu mencari kesempatan dalam setiap kesulitan.

Hati-hati dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta palsu.

Lebih mudah untuk melawan ribuan orang bersenjata lengkap dibandingkan melawan kesombongan diri sendiri.

Apa yang anda lakukan hari ini, merupakan kunci kebaikan ataupun juga kehancuran hari esok anda. Lakukanlah yang terbaik untuk hari ini.

Hal tersulit dalam kehidupan ini bukanlah untuk melampaui orang lain, tetapi melampaui ego dan diri kita sendiri.

Banggalah pada dirimu sendiri, Meski ada yang tak Menyukai. Kadang mereka membenci karena Mereka tak mampu menjadi seperti dirimu.

Sukses itu bagaikan bayangan, Semakin dikejar semakin menjauh. Jadi, abaikan hal itu dan jalanilah hidup apa adanya. Niscaya sukses akan mengikutimu.

Jika niat sudah terpancang karena Allah, tidak akan ada halangan yang bisa menghentikan seseorang melakukan sesuatu. Niat karena Allah ialah motivator yang utama dan seharusnya menjadi satu-satunya motivator kita.

Jangan sampai kita terlena untuk memenuhi kekayaan duniawi yang sifatnya hanya sementara saja, hingga kita lupa akan tugas kita yang sesungguhnya di dunia ini yaitu mengumpulkan perbekalan untuk menuju kampung akhirat yang kekal. Jadi perkayalah diri Anda baik dengan materi maupun dengan rohani, dan bagikan kekayaan tersebut kepada yang lebih membutuhkan.

Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi sering kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.

Dalam hidup,terkadang kita lebih banyak mendapatkan apa yang tidak kita inginkan. Dan ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan, akhirnya kita tahu bahwa yang kita inginkan terkadang tidak dapat membuat hidup kita menjadi lebih bahagia.

Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu inginkan, Jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.

Dalam cinta, jangan menjadi NUMBER ONE dlm hidupnya, karena yg kamu butuh adalah menjadi ONLY ONE di hatinya.

Jangan hiraukan mereka yg berusaha menjatuhkanmu, mereka melakukan itu karena mereka telah berada di bawahmu.

Jika kamu biarkan masa lalu mengusik hidupmu saat ini, kamu tak akan pernah bisa berikan yg terbaik tuk dapat masa depan yg baik

Belajarlah dari mereka di atasmu. Nikmati hidup bersama mereka di sampingmu. Jangan remehkan mereka di bawahmu.

Kadang kamu terlalu memikirkan indahnya masa lalu hingga menutup diri saat ini. Lupakan mereka, temukan bahagiamu.

Kita tidak bisa mencegah atau menghapus perasaan. Kita hanya bs mengendalikannya, atau dikendalikan olehnya.

Masa lalu memang menyimpan banyak kenangan, namun itu bukan alasan tuk tak terus melangkah ke depan.

Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu yang telah dilupakan
Kamu tidak dapat melangkah dengan baik dalam kehidupan kamu sampai kamu melupakan kegagalan kamu dan rasa sakit hati.

Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang di sekelilingmu tersenyum.
Jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu menangis.

Semoga kamu mendapat cukup kebahagiaan untuk membuat kamu bahagia, cukup
cobaan untuk membuat kamu kuat, cukup penderitaan untuk membuat kamu menjadi
manusia yang sesungguhnya, dan cukup harapan untuk membuat kamu positif terhadap kehidupan.

Yang memimpin wanita bukan akalnya, melainkan hatinya. Hari ini bila ia datang, jangan biarkan ia berlalu pergi. Esok kalau ia masih bertandang, jangan harap ia akan datang kembali.

Wanita sulit jatuh cinta, karena lebih baik menunggu pria setia daripada menerima yg datang, tapi bisa pergi kapan saja.

Jangan terburu-buru dalam cinta. Lebih baik menunggu seseorang yg tepat bagi hidupmu selamanya daripada hanya sementara.

Jika dia memilih tuk tinggalkanmu, jgn memohonnya bertahan. Jika dia tak bisa terima kamu apa adanya, temukan seseorang yg bisa!

Jika kamu biarkan masa lalu mengusik hidupmu saat ini, kamu tak akan pernah bisa berikan yg terbaik tuk dapat masa depan yg baik

Belajarlah dari mereka di atasmu. Nikmati hidup bersama mereka di sampingmu. Jangan remehkan mereka di bawahmu.

Kadang kamu terlalu memikirkan indahnya masa lalu hingga menutup diri saat ini. Lupakan mereka, temukan bahagiamu.

Kita tdk bs mencegah atau menghapus perasaan. Kita hanya bs mengendalikannya, atau dikendalikan olehnya.

Masa lalu memang menyimpan banyak kenangan, namun itu bukan alasan tuk tak terus melangkah ke depan.

Banyak hal dalam hidup ini yg bisa membahagiakanmu, namun tak ada yg lebih bahagia daripada cinta dari seseorang yg kamu cintai.

Update kata kata mutiara 2012

Belajarlah dari kesalahan orang lain. Anda tak dapat hidup cukup lama untuk melakukan semua kesalahan itu sendiri

Ilmu dan agama itu selalu sepakat, tetapi ilmu dan iman selalu bertengkar.

Jangan menganggap diri kita tidak mampu sebelum mencoba, belajar, dan berlatih. -Thomas A. Edison

Kegagalan bukanlah disaat seseorang jatuh, tapi saat seseorang menolak bangkit. -Peribahasa Cina

Siapapun yang bertindak sembrono dalam hal kecil tidak dapat dipercaya untuk hal-hal besar. -Albert Einstein

Jangan menunggu hingga esok, apa yang bisa Anda lakukan hari ini.

Ketika kamu melihat rumput tetangga lebih hijau, mungkin mereka merawat lebih baik dari kita.

Khidupan ini sudah tertulis DAFTAR ISINYA
KATA PENGANTAR berupa syukur orang tua melahirkan kita dgn selamat
PENDAHULUAN doa orang TUA untuk kita untuk berbakti kpd beliau,disertai
DASAR teori al quran sebagai PEDOMAN kita,dan
ANALISA kehidupan saat kita beranjak Dewasa,serta
PENUTUP dikala TUA,semua terangkum dalam KESIMPULAN pertangung jawaban di padang masyhar kelak.

Kamu harus mengharapkan sesuatu yang besar darimu sebelum kamu melakukannya.

Sukses yang diperoleh dengan mengorbankan integritas bukanlah sukses.

Sahabat sjati ialah bkan ia yg mMpu mmbenarkan kata2…tpi shabat sjati ialah ia yg mmPu berkata benar….

Anda tidak akan pernah salah selama selalu berpegang pada kebenaran.

Kesempatan terbaik untuk memulai ketika anda mendapatkan ide dan gagasan.

Jangan terlalu lama menangisi apa yg telah terjadi. Hal yg kamu tangisi saat ini mungkin hal yang akan kamu syukuri suatu saat nanti.

Jika kamu meninggalkan seseorang, berikanlah alasan. Tak ada yg lebih menyakitkan daripada ditinggalkan tapi tak ada penjelasan.

Dalam hidup, anda tak akan selalu mendapatkan apa yang paling anda inginkan, terkadang anda hanya mendapat pelajaran yang sebenarnya lebih anda butuhkan.

“Keyakinan adalah percaya dengan apa yang tidak kita lihat, dan upah dari keyakinan adalah melihat apa yang kita yakini.”

Kesedihan adalah ibarat terdampar di gurun pasir. Hal terbaik adalah berusaha keluar dari gurun pasir tersebut.

Inti dari kebahagiaan adalah kumpulan kebahagiaan dari hal-hal kecil.

Sebenarnya sangatlah mudah menjadi Bahagia. Kebahagiaan akan datang saat kita memaafkan diri kita sendiri, memaafkan orang lain, dan hidup dengan penuh rasa syukur. Tidak pernah ada orang egois dan tidak tahu berterima kasih mampu merasakan bahagia, apalagi membuat orang lain bahagia. Hidup ini memberi, bukan meminta.”